SELAYANG PANDANG KOTA SINGKAWANG

 

 

Kondisi umum daerah Kota Singkawang menguraikan deskripsi tentang karakteristik dan potensi dari berbagai sumberdaya daerah yang berhubungan atau terkait dengan pembangunan di Kota Singkawang. Sumberdaya daerah tersebut meliputi kondisi kependudukan dan sosial budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi, perekonomian, sarana dan prasarana, pengembangan wilayah dan penataan ruang, politik, ketentraman dan ketertiban masyarakat, hukum, aparatur, serta sumberdaya alam dan lingkungan hidup.

Seiring dengan semakin kompleksnya persoalan pembangunan serta semakin  tingginya  ekspektasi  masyarakat  terhadap  kinerja  pelayanan  publik maka pemerintah Kota Singkawang dituntut untuk meningkatkan capaian hasil pembangunan. Upaya untuk antisipasi berbagai permasalahan, tantangan serta perkembangan di masa kini dan masa depan memerlukan konsep rencana berdimensi jangka menengah dalam kurun waktu 5(lima) tahun kedepan berdasarkan kondisi saat ini dan proyeksi sesuai analisis di berbagai bidang.

Kondisi yang diharapkan dimasa mendapatang dilaksanakan dengan menganalisis  kondisi  saat  ini.  Kondisi  saat ini  merupakan modal  dasar  atau bahan untuk perencanaan yang akan menentukan keberhasilan di masa mendatang. Adapun kondisi gambaran umum Kota Singkawang adalah sebagai berikut :

 

 

Luas dan Batas Wilayah Administrasi

 

Kota Singkawang berjarak ± 145 Km ke arah utara dari Kota Pontianak dengan  luas wilayah 504   Km2. Secara  administratif. Pemerintahan Kota Singkawang terbagi atas 5(lima) kecamatan dan 26 kelurahan, dengan klasifikasi daerah perkotaan (urban) sebanyak 11 kelurahan dan selebihnya masih merupakan  daerah  perdesaan  (rural).  Kesebelas  kelurahan  tersebut  adalah

1  kelurahan  di  Kecamatan  Singkawang  Selatan,  4  kelurahan  di  Kecamatan

Singkawang Barat, dan 6 kelurahan di Kecamatan Singkawang Tengah. Perbandingan antar kecamatan menunjukkan bahwa Kecamatan Singkawang Selatan merupakan kecamatan terluas yaitu 224,48 Km2 atau 44,54% dari luas kota, kemudian secara berturut-turut Kecamatan Singkawang Timur sebesar 166,26 Km2 atau 32,99 %, Kecamatan Singkawang Utara 66,65 Km2 atau sebesar 13,22 %, Kecamatan Singkawang Tengah sebesar 31,57 Km2 atau 6,29 % dari luas kota dan Kecamatan Singkawang Barat dengan luas 15,04 km2  atau hanya sebesar 2,98 % luas kota. Kecamatan Singkawang Barat memiliki luas wilayah paling kecil. Batas-batas wilayah administratif Kota Singkawang adalah sebagai berikut :

Sebelah Utara : Kabupaten Sambas Sebelah Selatan : Kabupaten Bengkayang Sebelah Barat : Laut Natuna

Sebelah Timur : Kabupaten Bengkayang

 

 

 

LUAS DAERAH DAN KEPADATAN PENDUDUK TAHUN 2012

 

 

 

No

 

Kecamatan

Luas

(Km2)

Penduduk

Kepadatan

*BPS

Dukcapil

*BPS

Dukcapil

1

Singkawang

Timur

166,26

20.204

23.020

122

138

2

Singkawang

Tengah

31,57

59.684

69.272

1.891

2.194

3

Singkawang Barat

15,04

49.184

66.179

3.270

4.400

4

Singkawang Utara

66,65

23.052

26.726

346

401

5

Singkawang

Selatan

224,48

43.460

55.459

194

247

 

Jumlah

 

504

 

195.584

 

240.656

 

388

 

477

Sumber  : BPS Kota Singkawang - Dinas Kependudukan dan Percatatan Sipil, diolah

oleh Bappeda, 2013

 

 

Berdasarkan  tabel  di  atas,  jumlah  penduduk  menurut  BPS  sebesar

 

195.584 jiwa sedangkan menurut Dinas kependudukan dan Pencatatan Sipil berjumlah 240.656 jiwa di Tahun 2012 dan memiliki wilayah seluas 504 Km2, Kecamatan Singkawang Barat menempati urutan teratas sebagai kecamatan yang memiliki tingkat kepadatan penduduk tertinggi yakni sebanyak 4.400 jiwa per Km2 sedangkan Kecamatan Singkawang Timur merupakan wilayah yang memiliki tingkat kepadatan penduduk yang paling rendah yakni hanya sebanyak 138 jiwa per Km2  dikarenakan memiliki  luas  wilayah  sangat signifikan dengan jumlah penduduk yang sedikit.

 

 

Letak dan Kondisi Geografis

 

Kota Singkawang terletak pada 00 44’ 55, 85” - 010 01’21, 51” Lintang Utara  dan  1080  51’47,6”  -  1090  10’  19”  Bujur  Timur.  Terletak  di  antara Kabupaten Sambas dan Kabupaten Bengkayang, dengan luas wilayah ± 504 Km2 atau sekitar 0,34 % dari luas wilayah Kalimantan Barat.

 

 

1) Posisi Geostrategis

 

Kota Singkawang sebagai salah satu daerah yang posisinya sangat strategis terletak pada jalur transit Sambas-Pontianak dan Bengkayang- Pontianak. Dalam perspektif penataan ruang, Kota Singkawang ditetapkan sebagai Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) yakni kawasan perkotaan yang berfungsi melayani kegiatan skala provinsi atau beberapa kabupaten/kota di kawasan utara Kalimantan Barat. Kota Singkawang akan memainkan peran penting dan strategis guna memacu pertumbuhan kawasan Singkawang,

 

 

 

Bengkayang, Sambas (Singbebas) dan sekitarnya terutama sebagai pusat perdagangan dan jasa, termasuk destinasi utama pariwisata di Kalimantan Barat.

 

2) Kondisi Kawasan

 

Empat  kecamatan  yang  ada  di  Kota  Singkawang,  yaitu  Selatan, Barat, Tengah dan Utara merupakan wilayah pesisir dan daratan, sedangkan Singkawang Timur merupakan wilayah daratan. Aspek strategis lainnya adalah peran wilayah Kota Singkawang sebagai penyangga kawasan perbatasan antara wilayah RI - Sarawak Malaysia.

 

 

Topografi

 

Kondisi topografi wilayah Kota Singkawang sebagian besar merupakan wilayah dataran, selebihnya berupa bukit dan gunung. Wilayah dataran mencapai

31.904 Ha tersebar di 5 kecamatan, sedangkan bukit dan gunung seluas 18.496

 

Ha  sebagian  besar  terdapat  di  wilayah  Singkawang  Timur  dan  Singkawang Selatan, serta sedikit di wilayah Singkawang Barat dan Singkawang Tengah. Kemiringan lahan di Kota Singkawang diklasifikasikan ke dalam 4 kelas yaitu datar (0% – 2%) dengan luas area 37.236 Ha, landai dan bergelombang (2% – 15%) dengan luas area 9.602 Ha, berbukit/ curam (15% – 40%) dengan area 2.750 Ha, dan sangat curam (>40%) dengan luas area 812 Ha.

 

 

Geologi

 

1) Struktur dan Karakteristik

 

Potensi sumberdaya wilayah Kota Singkawang dilengkapi pula dengan kawasan pesisir yang bergaris pantai sepanjang 27,6 Km. Hal ini menggambarkan adanya peluang yang besar dalam pengelolaan sektor kelautan dan perikanan. Selain pemanfaatan kawasan perairan untuk budidaya perikanan dan tangkap, sumberdaya pesisir ini juga dimanfaatkan bagi pengembangan sektor pariwisata yang saling terintegrasi lintas sektoral (integrated  coastal)  dalam  rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat terutama kehidupan nelayan. Arahan kewilayahan dalam pengembangan kawasan pesisir berikut sumberdayanya mengacu pada rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Kota Singkawang.

 

2) Jenis Tanah

 

1.  Beberapa kawasan  datar  di  Singkawang  Utara dan Timur  terhampar dataran tanah yang didominasi oleh organosol/gley humus dengan kedalaman maksimal 2 meter. Di beberapa bagian tanah ini telah berasosiasi dengan tanah aluvial dan pasir. Luas hamparan tanah organosol (termasuk yang telah berasosiasi dengan aluvial) ini sekitar

8.433 Ha atau sekitar 16,73 % dari luas kota. Sebagian kawasan ini

Bab II - 5

 

 

 

merupakan kawasan berawa-rawa yang berfungsi untuk mengatur aliran air permukaan. Pada saat hujan kawasan ini menampung air limpasan dan setelah hujan secara perlahan-lahan melepaskan air ke sungai- sungai atau parit-parit di sekitarnya. Tanah organosol merupakan segolongan  tanah  yang  tersusun  dari  bahan  organik  atau  campuran bahan mineral dan bahan organik setebal paling sedikit 50 cm mengandung paling sedikit 30% bahan organik (bila liat), atau 20 % (bila berpasir).  Jenis  tanah  ini  sesuai  untuk  pengembangan  pertanian palawija, hortikultura (rambutan, nanas, lidah buaya, dll) dan karet.

2. Sedangkan pada wilayah Singkawang Timur dan Selatan merupakan kawasan dengan jenis tanah podsol. Luas keseluruhan jenis tanah ini diperkirakan 6,973 Ha atau sekitar 13,84 % dari luas kota. Tanah jenis ini merupakan tanah bermineral yang telah mempunyai perkembangan profil, dengan tekstur pasir kuarsa, sangat masam dan sangat kurus, dimana kemampuan pertukaran kationnya rendah. Tanah disekitarnya umumnya bergambut dengan keasaman tinggi. Penambahan pupuk dan teknologi pengolahan tanah saat ini, jenis tanah ini dapat dikembangkan sebagai pertanian lahan kering (palawija) dan hortikultura (sayur- sayuran). Tanah latosol juga banyak tersebar di kaki-kaki bukit/gunung di antara sebaran tanah podsol dan podsolik merah kuning. Jenis tanah ini banyak terdapat di wilayah Kecamatan Singkawang Timur dan Singkawang Selatan, dengan  luas mencapai  ± 5.686  Ha atau sekitar

11,28 % dari luas kota.

 

3. Sebagian besar daratan Kota Singkawang terdiri dari tanah aluvial yang tersebar di semua kecamatan terutama pada daerah tepian sungai dan pinggiran pantai. Luas tanah aluvial ini sekitar 17.458 Ha atau sekitar

34,64 % dari seluruh luas kota (10% diantaranya merupakan aluvial berpasir). Tanah ini kadang-kadang mengandung bahan organik. Lahan dengan jenis tanah ini sangat sesuai untuk pengembangan pertanian sawah (padi), jagung, jeruk, kelapa dan sayur-sayuran non musim.

 

 

Di kawasan berbukit dan bergunung di Kecamatan Singkawang Selatan dan Timur, jenis tanahnya tergolong podsolik merah kuning yang berasosiasi dengan tanah litosol. Luas hamparan tanah ini diperkirakan ± 6.609 Ha atau sekitar 13,11 % dari luas kota. Tanah jenis ini sangat sesuai untuk pengembangan pertanian lahan kering (perkebunan) dan tanaman buah-buahan tropis. Sebaran jenis tanah di Kota Singkawang disajikan pada tabel dibawah ini :

 

Tabel 2.2

LUAS WILAYAH MENURUT JENIS TANAH TAHUN 2012

 

 

 

 

N0

 

 

Kecamatan

 

Luas Area (Ha)

Jenis Tanah (Ha)

 

 

Aluvial

 

Aluvial

Berpasir

Asosiasi

Aluvial dan Organosol

 

 

Organosol

 

 

Podsol

 

 

Latasol

 

Podsolik Merah Kuning

1.

Singkawang Selatan

22.448

8.203

532

-

-

3.908

4.665

5.140

2.

Singkawang Timur

16.626

4.127

120

3.546

4.464

2.021

1.021

1.327

3.

Singkawang Utara

6.665

1.885

3.397

423

-

960

-

-

4.

Singkawang Barat

1.806

1.694

-

-

-

84

-

28

5.

Singkawang Tengah

2.855

1.549

1.192

-

-

-

-

114

Jumlah

50.400

17.458

5.241

3.969

4.464

6.973

5.686

6.609

(%)

100,00

34,64

10,40

7,88

8,86

13,84

11,28

13,11

Sumber: RTRW Tahun 2012-2032, 2012

 

 

 

3) Penggunaan Lahan

 

Distribusi penggunaan lahan Kota Singkawang secara umum terdiri dari penggunaan lahan untuk tapak (permukiman, industri, perdagangan dan fasilitas-fasilitas kegiatan lainnya) dan penggunaan lahan non tapak (perkebunan, sawah, hutan dan lain-lain). Areal terbesar kawasan terbangun Kota Singkawang  adalah areal Perkebunan yaitu sekitar

20.159,20 Ha atau sekitar 40% dari luas kota. Penggunaan lahan terdiri dari areal pertanian kebun campuran, kebun karet, kebun kelapa, dan lain-lain. Sekitar 12,33% dari luas kota atau sekitar 6.217,50 Ha kawasan masih berupa  hutan  lebat  dan  hutan  cemara  yang  tersebar  di beberapa  areal seperti Gunung Raya, Gunung Pasi, Gunung Sari, Gunung Poteng dan lain- lain. Hutan mangrove atau bakau tersebar di sepanjang pantai Laut Natuna yang luasnya mencapai ± 726,30 Ha atau sekitar 1,44 % dari luas kota. Vegetasi ini sangat bermanfaat untuk menahan gempuran abrasi pantai.

Areal kawasan terbangun lainnya di Kota Singkawang adalah areal permukiman (perumahan dan berbagai fasilitas sosial-budayanya) yang luasnya sekitar 1.390 Ha atau sekitar 2,76 % luas kota, kawasan fasilitas perdagangan dan jasa komersial, pemerintahan dan pelayanan umum, terminal, pelabuhan dan industri mencakup 250,70 Ha atau sekitar 0,50 % dari luas kota. Selengkapnya disajikan pada tabel dibawah ini:

 

Tabel 2.3

PENGGUNAAN LAHAN KOTA SINGKAWANG TAHUN 2012

 

 

N0

 

Uraian

 

Luas Area

(Ha)

Struktur/ Komposisi (%)

1

Pemukiman

1.390,00

2,76

2

Perdagangan dan Jasa Komersial

105,50

0,21

3

Pemerintahan dan Fasilitas Umum

130,80

0,26

4

Terminal/ Pelabuhan/ Dermaga

4,30

0,01

5

Industri

10,10

0,02

6

Lapangan Olahraga/ Taman/

Ruang Terbuka

64,50

0,13

7

Sawah

5.610,70

11,13

8

Perkebunan

20.159,20

40,00

9

Hutan Belantara

6.150,00

12,20

10

Hutan Cemara

67,50

0,13

11

Bakau/ Manggrove

726,30

1,44

 

 

 

 

N0

 

Uraian

 

Luas Area

(Ha)

Struktur/ Komposisi (%)

12

Hutan Belukar

6.651,20

13,20

13

Alang-alang/ Semak Belukar

5.779,60

11,47

14

Rawa-rawa

3.028,90

6,01

15

Danau/ Sungai

521,40

1,03

 

50.400,00

100,00

Sumber: RTRW Tahun 2012-2032 , 2012

 

 

2.1.1.5.Hidrologi

 

Kondisi hidrologi Kota Singkawang sangat dipengaruhi oleh topografi kota yang sangat datar dibagian utara dan barat, serta bergelombang hingga pegunungan dibagian timur dan selatan. Puluhan sungai yang mengalir di Kota Singkawang semuanya berhulu pada gugusan pegunungan dibagian selatan kota. Sebagian sungai mengalir ke utara dan bermuara di Sungai Selakau, sebagian lagi mengalir ke barat dan bermuara di laut Natuna serta melewati pusat kota. Sungai Kota Singkawang ini berhulu di Gunung Roban, sebagian laginya berasal dari Gunung Poteng.

Sungai Sedau dan Sungai Merah mengalir ke Laut Natuna dan umumnya berhulu di beberapa kawasan pegunungan seperti Gunung Jintan, Gunung Sijangkung,  Gunung  Pasi  dan  Gunung  Besar.  Banyaknya  aliran sungai yang melintasi wilayah Kota Singkawang merupakan sumberdaya air yang potensial untuk dikelola.

 

 

2.1.1.6.Demografi

 

Penduduk merupakan faktor yang sangat penting dalam mekanisme perencanaan pembangunan, karena penduduk tidak saja menjadi sasaran pembangunan, tetapi juga berperan sebagai pelaksana pembangunan.

Pada  Tahun  2012,  penduduk  Kota  Singkawang  menurut  data  Dinas

 

Kependudukan dan Pencatatan Sipil, berjumlah 240.565 jiwa yang terdiri dari

 

123.057 jiwa laki-laki dan 117.599 jiwa perempuan, dengan laju pertumbuhan rata-rata 3,925 %. Penyebaran penduduk berdasarkan wilayah kecamatan pada Tahun 2008-2012 adalah sebagai berikut:

 

 

 

Tabel 2.4

KOMPOSISI PENDUDUK MENURUT PERSEBARAN TAHUN 2008– 2012

 

 

 

No

 

Kecamatan

Tahun

2008

2009

2010

2011

2012

1

Singkawang

Selatan

41.486

44.136

48.704

53.265

55.459

2

Singkawang

Timur

19.141

20.373

21.572

22.231

23.020

3

Singkawang

Utara

21.406

22.992

24.198

25.798

26.726

4

Singkawang

Barat

58.926

61.720

64.642

65.095

66.179

5

Singkawang

Tengah

54.995

58.601

63.705

67.547

69.272

Total

195.954

207.822

222.821

233.936

240.656

Sumber : Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, 2013

 

 

Berdasarkan tabel diatas, persentase komposisi penduduk yang tertinggi pada Tahun 2012 adalah di Kecamatan Singkawang Tengah sebesar 28,78 % dengan jumlah penduduk sebanyak 69.272 jiwa sedangkan yang terendah berada di Kecamatan Singkawang Timur sebesar 9,57 % dan sebanyak 23.020 jiwa.

Sumberdaya  manusia  (SDM)  mempunyai  peran  yang  paling  strategis dalam pembangunan, sepertipembangunan bidang sosial budaya yang bertujuan untuk menciptakan SDM yang terdidik, memiliki kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual, berperan aktif, berketerampilan, mencintai lingkungannya, serta sehat jasmani dan rohani.

 

Tabel 2.5

PROPORSI SUMBERDAYA MANUSIA TAHUN 2008-2012

 

 

 

No

 

Uraian

 

2008

 

2009

 

2010

 

2011

 

2012

1

Jumlah Penduduk

195.954

207.822

222.821

233.936

240.656

2

Usia Produktif

 

 

 

 

 

 

Jumlah (jiwa)

152.206

159.074

164.364

166.701

167.659

 

Persentase (%)

77,67

76,54

73,77

71,26

69,67

3

Usia Tidak Produktif

 

 

 

 

 

 

Jumlah (jiwa)

43.748

48.748

58.419

67.111

72.997

 

Persentase (%)

22,33

23,46

26,22

28,69

30,33

4

Rasio ketergantungan

28,74

30,64

35,54

40,26

43,54

Sumber: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, 2013

 

 

 

Kota Singkawang merupakan salah satu daerah berpenduduk multi etnis dengan keragaman corak budayanya. Kemajemukan penduduk ini berdampak pada  terjadinya  pembauran  (asimilasi)  budaya  dan  sosial.  Asimilasi  terjadi diantaranya  melalui  perkawinan,  hubungan  kerja,  dan  interaksi  hubungan bertetangga yang kemudian melahirkan model kehidupan berkeluarga dan sosial. Jumlah, laju pertumbuhan, dan kepadatan penduduk di Kota Singkawang Tahun

2008-2012 dapat dilihat pada tabel berikut:

 

 

Tabel 2.6

LAJU PERTUMBUHAN DAN KEPADATAN PENDUDUK TAHUN 2008-2012

 

 

 

Uraian

 

2008

 

2009

 

2010

 

2011

 

2012

Jumlah Penduduk

195.954

207.822

222.821

233.936

240.656

Laki-laki (Jiwa)

100.972

106.838

114.224

119.644

123.057

Perempuan (Jiwa)

94.982

100.984

108.597

114.292

117.599

Laju Pertumbuhan

(%)

3,258

3,565

3,925

4,021

3,925

Kepadatan

(jiwa/km2)

 

389

412

442

464

477

Sumber: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, 2013