Selamat Datang Di Website Resmi Pemerintah Kota Singkawang

 

SubDomain

Statistik Situs
Kami punya 27 tamu online
Visits [+/-]
Today:
Yesterday:
Day before yesterday:



+0
This week:
Last week:
Week before last week:



+0
This month:
Last month:
Month before last month:



+0
This year:
Last year:

+0

Avarage per day
This week:
Last week:
Week before last week:
0
0
0
+0
+0
This month:
Last month:
Month before last month:
0
0
0
+0
+0
This year:
Last year:
0
0
+0

All visits
Since module start 316 382
Since .... 316 382
Since ......   316 382 

Awang Janjikan Umroh Pada Bidan Berprestasi

Singkawang, 25/8/2013 (Media Center) Walikota Singkawang, Awang ishak, akan memberikan reward kepada bidan yang berprestasi berupa ibadah umroh yang akan dibiayai oleh Pemerintah Daerah Kota Singkawang.

Pernyataan tersebut disampaikan Awang di depan ratusan bidang yang sedang memperingati Ulang Tahun Ikatan Bidan Indonesia yang ke 62, bertempat di Balairung Kantor Walikota Singkawang, Sabtu (24/8).

'' Peran bidan sangatlah diperlukan dalam pelayanan kesehatan pada masyarakat, khususnya pada kaum ibu dan anak yang baru lahir secara optimal, dalam rangka akselerasi menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Oleh karena itu dalam kesempatan ini saya mengimbau, agar para bidan bisa lebih meningkatkana pembinaan masyarakat di Bidang Kesehetan melalui Posyandu. Bagi para bidan yang bisa melakukan pembinaan Posyandu dengan baik dan bisa meraih prestasi, saya akan memberikan hadiah berupa umroh gratis '' kata Awang.

Mendengar pernyataan Awang tersebut para bidan antusias dan menyambut penawaran yang dilemparkan secara spontan tersebut oleh Walikota Singkawang.

Lebih lanjut Awang mengatakan bahwasanya pembangunan kesehatan sebagai bagian dari upaya pembangunan manusia seutuhnya, melalui IBI Awang mengharapkan agar peranan IBI dalam menunjang terwujudnya peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kota Singkawang bisa ditingkatkan dan diselaraskan dengan program pemerintah dan diintegrasikan dan dikerjasamakan denga instansi dan organisasi masyarakat lainnya.

'' Disamping masalah kesehatan ibu dan bayi, balita, ada juga factor-faktor yang harus diwaspadai seperti adanya transisi kesehatan. Terjadinya transisi kesehatan bukan hanya karena upaya-upaya kesehatan yang telah dilakukan, namun justru transisi dari luar kesehatan, seperti transisi kependudukan, pengaruh lingkungan hidup maupun tehnologi komunikasi yang memungkinkan masyarakat memperoleh informasi kesehatan yang belum tentu benar. Oleh karena itu, tidak tepat dan tidak optimal kalau setiap sector berjalan sendiri-sendiri. Supaya lebih efektif dalam pencapaian tujuan, antar sector melalui SKPD, organisasi profesi, dll harus aling menunjang dan bekerjasama'' pungkas Awang.

 
Monday, 1 May 2017