Selamat Datang Di Website Resmi Pemerintah Kota Singkawang

 

SubDomain

Statistik Situs
Kami punya 33 tamu online
Visits [+/-]
Today:
Yesterday:
Day before yesterday:



+0
This week:
Last week:
Week before last week:



+0
This month:
Last month:
Month before last month:



+0
This year:
Last year:

+0

Avarage per day
This week:
Last week:
Week before last week:
0
0
0
+0
+0
This month:
Last month:
Month before last month:
0
0
0
+0
+0
This year:
Last year:
0
0
+0

All visits
Since module start 261 499
Since .... 261 499
Since ......   261 499 

Yusnita Alihkan Kebutuhan Daging Sapi Pada Kelinci

Singkawang, 30/7/2013 (Media Center) Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kota Singkawang, Yusnita Fitriandi, di Ruang Kerjanya mengatakan dalam upaya menekan dan mengurangi ketergantungan masyarakat dalam mengkonsumsi daging sapi pihaknya akan meningkatkan pembinaan beternak kelinci pada masyarakat, Selasa (30/7).

Keseimbangan permintaan dan penawaran komoditas pangan menjadi indikator penting dalam perencanaan kebutuhan pangan masyarakat. Laju peningkatan kebutuhan pangan, untuk beberapa komoditas, lebih cepat dari laju peningkatan produksi.

Daging sapi merupakan salah satu bahan pangan yang akan meningkat drastic dalam menghadapi hari-hari besar seperti Lebaran, Natal, Imlek, dll.

Bahkan untuk memenuhi kebutuhan daging sapi dan menekan melonjaknya harga daging sapi, Indonesia masih mengimpor daging sapi, kata Yusnita.

Dalam upaya tersebut dia mempunyai program mengalihkan kebutuhan daging sapi ke daging kelinci.

''Kelinci cocok dibudidayakan di Kota Singkawang, melalui para penyuluh kami sudah mulai meningkatkan pembinaan bagaimana budi daya kelinci yang baik, kepada masyarakat di Kota Singkawang. Dengan demikian diharapkan ke depan, masyarakat akan lebih terbiasa mengkonsumsi daging kelinci dibandingkan dengan daging sapi. Ditinjau dari sisi kesehatan, kandungan protein daging kelinci tidak kalah dengan daging sapi. Bahkan resiko kolesterol akibat mengkonsumsi daging kelinci lebih rendah dibandingkan dengan daging sapi'' kata Yusnita.

Menurut Yunita kapasitas produksi yang tidak dapat memenuhi peningkatan permintaan kebutuhan pangan, bisa mengakibatkan impor pangan. Kebijakan impor pangan yang meningkat, membawa konsekuensi stabilitas ketersediaan pangan menjadi rentan, karena bergantung pada kebijakan ekonomi negara lain. Hal ini menjadi penyebab adanya ancaman kemandirian pangan nasional.

''Kebutuhan daging sapi di Kota Singkawang kita akui sampai saat ini masih stabil, namun untuk mengantisipasi perkembangan ke depan tidak ada salahnya kalau kita berupaya dengan beberapa strategi. Dengan budi daya sapi kelinci, akan tumbuh usaha-usaha masyarakat yang lebih kreatif, begitu juga untuk hasil olahnya. Dan secara tidak langsung, kalau daging kelinci bisa diperoleh dengan mudah dan harga terjangaku, maka fariasi konsumsi masyarakat terhadap makanan dengan sumber protein tidak akan lebih beragam'' pungkas Yusnita.

 
Friday, 24 February 2017